Rabu, 23 Maret 2011

Minyak Ancam Ekonomi Dunia


VIVAnews - Perekonomian global tengah menghadapi berbagai rintangan yang mengancam pemulihan krisis. Ancaman terbesar adalah harga minyak mentah.

CNNMoney, Selasa 22 Maret 2011 melaporkan, lebih dari dua pertiga dari 23 ekonom yang disurvei menyatakan bahwa harga minyak yang tinggi diidentifikasi sebagai risiko yang paling serius bagi perekonomian global.

Kerusuhan yang terjadi di Timur Tengah dan Afrika Utara menaikkan harga minyak hingga 15 persen dalam dua bulan terakhir. Serangan rudal dan larangan terbang Libya oleh Amerika Serikat dan sekutunya juga mendorong harga gas lebih tinggi.

"Harga minyak telah menjadi kekhawatiran sebagai ancaman perekonomian, seperti krisis di Jepang," kata Bernard Baumohl, kepala Economic Outlook Group di Princeton, N.J.

Baumohl berpikir harga minyak yang tinggi membahayakan pemulihan dengan menekan daya beli konsumen dan menekan perusahaan-perusahaan. Dia memotong perkiraan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat tahun ini hampir satu persen menjadi 2,8 persen.

"Para ekonom sangat khawatir harga bahan bakar akan terus naik, mencekik pertumbuhan ekonomi," tulis laporan CNNMoney.
Pada perdagangan Senin 21 Maret, harga minyak mentah Brent pengiriman Mei naik US$2,26 menjadi US$116,19 per barel. Sedangkan minyak mentah AS pengiriman April naik US$2,12 menjadi US$103,19.
• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar